DAFTAR POSTING

Rabu, 30 November 2011

SELAYANG PANDANG


1.1.LATAR BELAKANG
            Sehubungan dengan upaya mewujudkan dan menindak lanjuti kebijakan Dikmenjur tentang Reposisi Pendidikan Kejuruan menjelang tahun 2020 mengisyaratkan bahwa arah Pembinaan dan Pengembangan Sekolah berorientasi pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat menjadi asset Pemerintah Daerah sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing untuk menghadapi era global.
Sebagai konsekuensinya adalah Smk Ma’arif Nu Cihaurbeuti sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan merasa berkewajiban untuk berperan serta untuk membekali tamatannya dengan kecakapan hidup ( life skill ) secara integrative, yang memadukan potensi generic dan specific guna memecahkan dan mengatasi problema hidup. Kecakapan hidup yang mestinya dimiliki oleh setiap tamatan yang akan terjun ke masyarakat tersebut antara lain, Kecakapan mengenal diri (personal skill), kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan social (social skill), kecakapan akademik (academic skill) dan kecakapan kejuruan (vocational skill). Di sisi lain belakangan ini angka pengangguran semakin tinggi. Karenanya ada 3 (tiga) halyang dapat diusulkan untuk mengatasi pengangguran tersebut, yaitu:
1)      Mencari kerja membuka usaha sendiri
2)      Pekerja menggarap sector perikanan (kelautan)
3)      Pekerja menggarap sector pertanian (melalui kegiatan transmigrasi)
Ketiga sector merupakan kesempatan yang terbuka lebar karena 2/3 luas daerah Indonesia adalah laut dan banyak tanah pertanian di luar Jawa yang masih tidur belum tergarap. Alternativ pertama, di mana pencari kerja membuka usaha sendiri adalah suatu langkah yang tepat tetapi sukar untuk diwujudkan karena banyaknya aspek yang mempengaruhinya, antara lain kompetensi dan kemampuan yang dimiliki oleh pencari kerja tersebut masih rendah.
Dalam usaha mewujudkan alternatif  yang pertama (pencari kerja membuka usaha mandiri) maka diperlukan suatu pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi pencari kerja yang berusia di atas 15 tahun (lulusan SLTP) dengan Program Keahlian yang layak jual dan sangat dibutuhkan di pasar kerja pada era sekarang maupun untuk masa-masa mendatang. Salah satu program keahlian tersebut adalah Program Teknik Komputer. Program Keahlian Teknik Computer Jaringan yang dikembangkan di SMK Maarif NU Cihaurbeuti berhasil mengembangkan misi Pendidikan Nasional dan menghasilkan lulusan yang benar-benar berdaya guna di masyarakat, bilamana terdapat kondisi ideal yang terpenuhi. Di antaranya peralatan praktek yang memadai, kurikulum (silabus) diklat yang mutahir dan tenaga pengajar yang kompeten. Tiga hal inilah yang akan bersama-sama diwujudkan oleh SMK Maarif NU Cihaurbeuti dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kab. Ciamis dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Komitmen bersama ini penting guna merealisasikan semua hal telah diuraikan di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar